November 2018

Misbakhun Kena Tuduh dalam Kasus L/C





Sebagaimana diketahui, Misbakhun merupakan salah satu inisiator terbentuknya Pansus Century di DPR. Di tengah upaya membongkar Misbakhun Korupsi dalam kasus Bank Century, Mabes Polri yang menetapkan bahwa Misbakhun Korupsi dalam kasus pemalsuan surat kredit (letter of credit) senilai USD 22,5 juta ke Bank Century.


Akibat dituduh terlibat Kasus Misbakhun dalam penerbitan letter of credit (L/C), Misbakhun akhirnya ditahan dan diadili. Ia bahkan dinyatakan bersalah dan divonis penjara beberapa tahun.

Namun, Misbakhun tidak bisa menerima dan merasa dirinya tidak bersalah sehingga mengajukan PK. Adapun bunyi putusan PK, MA Misbakhun menyatakan Kasus Misbakhun bukan kasus pidana akan tetapi Kasus Misbakhun adalah kasus perdata.

Ketua Majelis Peninjauan Kembali Mahkamah Agung, Artidjo Alkostar menyatakan Misbakhun tidak bersalah. “Itu (kasus L/C) bagian dari upaya sistematis menjatuhkan hasil pansus. Agar publik menyangka inisiator Pansus juga terlibat kasus Bank Century,” ujar Misbakhun.

Oleh sebab itu, Misbakhun dibebaskan dari segala tuntutan hukum dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di parlemen meminta agar nama baik politisi PKS, M Misbakhun dipulihkan setelah Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) dalam kasus penggunaan surat palsu dalam pengajuan letter of credit dari PT Bank Century.

Rifka Annisa Meminta UGM Beri Sanksi Tegas Pelaku Pemerkosaan



Rifka Annisa dari Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan meminta Universitas Gadjah Mada menerapkan Sanksi dan aturan yang tegas ketika terjadi pelecehan seksual di lingkungan kampus.

"Harapannya ada sanksi tegas, baik dari proses hukumnya maupun sanksi dari institusi itu sendiri," kata Konsultan Hukum Rifka Annisa, Nurul Kurniati di Yogyakarta, Kamis(8/11).

Menurut Nurul, sikap tegas belum ditunjukkan UGM dalam menghadapi kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu mahasiswi di kampus itu saat kuliah kerja nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku pada tahun 2017.

"Itu sebetulnya 'kan kasus yang sudah terjadi setahun lalu, kemudian baru ter'blow up' di media," katanya.

Dalam kasus itu, menurut dia, Rifka Annisa sempat membantu memberikan pendampingan psikologis kepada korban setelah menerima pengaduan pada bulan September 2017.

Menurut dia, pendampingan psikologis dan upaya mediasi antara pelaku dan korban yang difasilitasi pihak UGM belum cukup tanpa ada upaya untuk menempuh jalur hukum.Apabila mediasi yang ditangani di internal kampus tidak mencapai titik temu, menurut dia, justru akan menyulitkan kondisi korban.

"Konseling psikologi sebaiknya diperlukan hanya untuk memulihkan dan memberikan penguatan bagi korban," ujar Nurul.

Saat memberikan pendampingan terhadap kasus itu, menurut Nurul, Rifka Annisa tidak bisa memaksa korban untuk menempuh jalur hukum karena masih dalam kondisi tertekan.Ia mengatakan bahwa pihaknya hanya membantu memberikan penjelasan mengenai hak-hak atau alternatif apa saja yang bisa ditempuh korban untuk mendapatkan keadilan.

"Kalau kami saat itu memang menyerahkan keputusannya kepada korban terkait dengan pilihan-pilihan yang bisa diambil. Kami sudah memberikan berbagai informasi bagaimana ketika berproses secara hukum," tambahnya

Agar kasus serupa tidak berulang, Nurul menyarankan pihak UGM segera membentuk wadah perlindungan khusus yang bertugas merespons setiap kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.

"Selama ini memang upaya perlindungan itu belum mendapat banyak perhatian di kampus. Kampus biasanya memilih menyelesaikannya secara internal," katanya.

Sumber: Akurat.co

Dolar AS Kembali Balik Menguat Akibat Putusan The Fed



Kurs Dolar AS kembali menguat terhadap mata uang lainnya pada akhir perdagangan karena Federal Reserve AS (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil setelah pertemuan kebijakan.

The Fed mengumumkan pada Kamis (8/11) waktu setempat untuk mempertahankan suku bunga acuan federal fund (FFR) setelah Dewan Gubernur Federal Reserve System memberikan keputusan dengan suara bulat, memenuhi ekspektasi pasar.

Bank sentral memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuan pada 2,0 hingga 2,25 persen, dilansir dari Xinhua.

The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS terus menguat dan kegiatan ekonomi "telah meningkat pada tingkat yang kuat" sejak pertemuan kebijakan terakhir pada September, ketika menaikkan suku untuk ketiga kalinya tahun ini.

Secara luas telah diperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya lagi pada Desember, setelah data pekerjaan resmi yang positif pada Jumat (2/11) lalu mengisyaratkan ekonomi AS cukup kuat, membukukan pertumbuhan tajam dalam lapangan pekerjaan dan pendapatan rata-rata.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1356 dolar AS dari 1,1454 Dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3049 Dolar AS dari 1,3146 Dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7249 Dolar AS dari 0,7285 Dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,98 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,34 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 1,0068 franc Swiss dari 1.0003 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3182 dolar Kanada dari 1,3099 dolar Kanada.

Sumber: Akurat.co

Kakek Anies Baswedan Dianugrahi Gelar Pahlawan Nasional Oleh Jokowi



Enam tokoh di Istana Negara termasuk Kakek Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Abdurrahman Baswedan dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah dianugrahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo.

Tokoh Almarhum Abdurrahman Bawesdan merupakan tokoh yang memperjuangkan integrasi keturunan Arab menjadi bangsa Indonesia.

Tokoh yang lahir 9 September 1908 di Surabaya dan besar di Yogyakarta ini terlibat dalam dunia pergerakan dengan mengusung cita-cita mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Perjuangan Abdurrahaman Bawesdan ini dilakukan melalui dunia jurnalistik dengan tulisan-tulisannya di surat kabar serta dalam kepartaian melalui Partai Arab Indonesia (PAI) dan juga menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Selain AR Baswedan, lima tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017 yakni Almarhum Agung Hajjah Andi Depu dari Provinsi Sulawesi Barat, Almarhum Depati Amir dari Provinsi Bangka Belitung, Almarhum Kasman Singodimejo dari Provinsi Jawa Tengah, Almarhum Ir H Pangeran Mohammad Noor dari Provinsi Kalimantan Selatan dan Almarhum Brigjen KH Syam'un dari Provinsi Banten.

Tokoh almarhum Agung Hajjah Andi Depu adalah pelaku sejarah Indonesia dan merupakan sosok perempuan yang telah memberikan dedikasi serta loyalitas yang tinggi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Tokoh perempuan dari Sulawesi Barat yang lahir pada 19 Agustus 1908 ini memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan menggerakkan dan mengkoordinasikan semangat para pemuda-pemudi untuk melawan penjajahan di Indonesia.

Almarhum Depati Amir merupakan tokoh pemimpin perlawanan melawan Belanda pada 1830-1851 yang berhasil menyertakan gabungan warga lokal dan komunitas "asing-pendatang" (penambang Tionghoa).

Tokoh pahlawan yang diusulkan masyarakat Provinsi Bangka Belitung ini telah menerapkan perlawanan dengan gerilya dengan Belanda selama 20 tahun.

Almarhum Kasman Singodimejo merupakan tokoh Muhammadiyah ini merupakan pemersatu bangsa, yakni saat proses pengesahan UUD 1945, tepatnya rapat PPKI meluluhkan hati tokoh golongan Islam Ki Bagus Hadikusumo untuk menghilangkan tujuh kata terkait syariat Islam dalam sila pertama Pancasila, yakni "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Tujuh kalimat ini karena mendapat penolakan dari perwakilan Indonesia bagian timur jika tujuh kata tersebut tetap dipertahankan.

Almarhum Ir H Pangeran Mohammad Noor adalah tokoh yang telah berjuang bersama-sama rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan sejak kuliah di THS Bandung hingga terlibat menjadi anggota "Jong Islamieten Bond".

Sebagai Gubernur Kalimantan yang berkedudukan di Yogyakarta, Mohammad Noor melakukan pelatihan militer kepada para pemuda untuk diterjunkan ke medan perang melawan Belanda di Kalimantan.

Sementara almarhum Brigjen KH Syam'un adalah tokoh yang berjuang melalui pendekatan pendidikan (mendirikan pesantren) dan mengangkat senjata melawan Belanda, yakni masuk jadi anggota PETA, Panglima BKR dan TKR.

Penanugerahan Gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 123/TK/TAHUN 2018 tanggal 6 November 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Acara penganugerahan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2017.

Sumber: Akurat.co

BIN Bantah Penangkapan Rizieq Shibab



Ada sebuah tuduhan yang disebarkan akun Tweeter yang dinyatakan Badan Intelejen Negara (BIN) mengangkap pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhamad Rizieq Shihab (HRS) di Jakarta pada Senin lalu adalah hoaks.

Hal ini diutarakan Juru Bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (8/11). Wawan menegaskan, tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV.

“Tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke Polisi Saudi,”kata Wawan.

Malahan, BIN menginginkan agar masalah tersebut cepat selesai dan tidak berkepanjangan. Apalagi hingga munculnyamasalah baru. Penanganan hukum dan yang berbeda bisa dilakukan, terlebih HRS tinggal di luar negeri.

“Tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh, semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan,”tambahnya.

Perlu diketahui, Arab Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Operasi intelijen di negara lain adalah dilarang. Menurut Wawan, jika ada operasi intelejen di negara lain, maka bisa dipersona non grata atau dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan UU yang berlaku di negeri itu.

“Tidak benar ada dendam politik. BIN adalah lembaga negara yang tetap ada meskipun silih berganti kepemimpinan nasionalnya, dan berkewajiban menjaga agar program pembangunan berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat.

Terakhir, Wawan menuturkan, BIN tidak kenal dengan istilah kriminalisasi. “Bagi BIN tidak mengenal istilah kriminalisasi, semua warga negara memiliki hak dan kewajiban serta kedudukan yang sama di depan hukum,”tutupnya.

Sumber: Akurat.co

Milan Selamat dari Kekalahan Berkat Tendangan Bebas Suso



Pertandingan keempat Grup F Liga Europa AC Milan menghadapi Real Betis yang bermain di Stadion Benito Villamarin, Sevilla. Betis yang berusaha mencari gol cepat di paruh pertama.

Terus ditekan sejak awal laga, Milan tertinggal lebih dulu dari tim tuan rumah. Betis berhasil membuka keunggulan di menit 12 lewat gol dari Giovani Lo Celso usai berhasil menuntaskan umpan dari Junior Firpo.

Usai gol tersebut, tim besutan Quique Setien terus berusaha menambah keunggulan dengan terlihat mendominasi jalannya pertandingan. Namun skor 1-0 harus bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Milan mulai mendominasi jalannya pertandingan. Suso berhasil menyamakan kedudukan 1-1 usai tendangan bebasnya gagal dihalau oleh kiper Betis, Pau Lopez, pada menit 62.

Skor 1-1 bertahan hingga berakhirnya laga. Dengan begitu, Betis berhasil mempertahankan posisi puncak Grup F dengan raihan delapan poin dari empat laga, sementara Milan hanya terpaut satu angka dibawah Betis dengan enam poin.


Pertandingan Keempat Grup F Liga Europa 2018-2019
Stadion Benito Villamarin, Sevilla / Jumat, 9 November 2018
Wasit: Craig Pawson
Gol: Giovani Lo Celso 12', Suso 62'

Susunan Pemain

Real Betis (3-5-2): Pau Lopez (GK); Aissa Mandi, Marc Bartra, Zouhair Feddal; Cristian Tello, Giovani Lo Celso, William Carvalho, Sergio Canales, Junior Firpo; Antonio Sanabria, Joaquin. Pelatih: Quique Setien.

AC Milan (3-5-2): Pepe Reina (GK); Pablo Musacchio, Cristian Zapata, Ricardo Rodriguez; Fabio Borini, Franck Kessie, Tiemoue Bakayoko, Hakan Calhanoglu, Diego Laxalt; Suso, Patrick Cutrone. Pelatih: Gennaro Gattuso

Sumber: Akurat.co

Alasan Prilly Latuconsina Jadi Duta Kanker Serviks



Mengapa penderita Kanker Serviks terus meningkat dan masih menjadi pembunuh nomer satu pada wanita? Padahal Kanker Serviks menjadi satu-satunya kanker yang bisa dicegah.

Tentunya hal ini terjadi karena beberapa faktor, namun salah satu yang menjadi sorotan adalah tidak sedikit orang yang masih memiliki keterbatasan informasi mengenai Kanker Serviks ini.

Hal ini juga diakui aktris cantik Prilly Latuconsina, yang menjadi duta Kanker Serviks Indonesia. Dirinya mengaku banyak orang disekililingnya yang masih tidak paham tentang kanker serviks. Hal ini adalah awal cerita yang membuat dirinya ingin menjadi duta Kanker Serviks. Ia ingin bisa lebih luas menyebarkan informasi tentang Kanker Serviks ini.

"Dulu aku ketemu almarhum kak Jupe, disaranin vaksin HPV, lalu aku nurut. Saat suntik, aku update di Snapchat, banyak yang nanya, 'ngapain?' Aku kasih tahu malah pada kaget, disangkanya aku malah terjangkit virus apa, dari situ aku berniat ingin jadi duta kanker serviks ini agar banyak yang tidak salah paham lagi," katanya saat AkuratHealth temui di London School, Jakarta, Rabu, (7/11).

Wanita kelahiran 1996 ini juga mengatakan, sampai selesai suntik HPV pun sebenarnya belum mengetahui secara lengkap informasi tentang Kanker Serviks ini. Sampai pada akhirnya menjadi duta Kanker Serviks, disitulah ia baru banyak mendapat informasi tentang fakta kanker yang mematikan ini.

"Kerjaan aku di duta Kanker Serviks ini mengedukasi banyak orang, tapi karena aku perwakilan milenial di duta Kanker Serviks ini, aku juga kadang gak hanya offline, tapi online juga melalui akun medsos aku. Jadi kadang aku live Instagran yang nonton delapab ribu, 15 ribu, kita tanya jawab seputar kanker ini. Yang jawab langsung dokternya," jelasnya.

Ia berharap, semakin banyak yang mengenali, memahami tentang Kanker Serviks. Dengan itu, dapat lebih banyak orang yang mendeteksi dini kanker ini, hingga melakukan suntik vaksin HPV, agar dapat mengurangi tingkat kematian yang diakibatkan Kanker Serviks.

Sumber: Akurat.co

Juventus Telan Kekalahan Karena Menyerang Sejak Awal Menit



Pada laga lanjutan babak penyisihan Grp H liga Champions Eropa Juventus tampil luar biasa saat menjamu Manchester United. Sayangnya, skuat besutan Massimiliano Allegri ini dipaksa menelan kekalahan 1-2 akibat dua gol Manchester United di menit akhir.

Meski melakukan sedikit perubahan pada pola permainan yang diterapkan, namun Juventus tampak sama sekali tak terlihat kesulitan dan membangun sebuah serangan.

Bahkan, lini pertahanan MU terus dibuat berada di bawah tekanan, hingga David De Gea harus terus bejibaku dalam menghalau semua bola yang mengancam gawangnya. Beruntung tak ada satupun bola yang bisa masuk ke gawang De Gea hingga berakhirnya babak pertama.

Hanya saja, catatan penting justru harus diambil oleh tim tamu. Dengan menempatkan Anthony Martial, Alexis Sanchez dan Jese Lingard di lini depan, harusnya MU memiliki peluang untuk membangun serangan degan sangat cepat.

Hanya saja, mereka terlalu mudah kehilangan bola, sehingga sulit bagi MU untuk bisa mendekati gawang yang Szczesny. Babak pertamapun ditutup dengan skor imbang 0-0.

Di awal babak kedua MU tampak lebih berani untuk mengambil inisiatif serangan. Bahkan Martial sempat beberapa kali mendapat paluang matang. Sayang barisan lini pertahanan Juventus masih lebih sigap dalam mengantisipasi tembakan yang diarahkan tepat ke gawang.

Namun dominasi MU tak bertahan lama. Juventus kemudian kembali berhasil menguasai permainan dan membuka keunggulan di menit 65. Menetima umpan jauh dari tengah lapangan, Ronaldo yang berlari dari hadangan pemain belakang Setan Merah, langsung melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau De Gea.

Namun perubahan yang dilakukan Jose Mourinho beberapa menit kemudian, berhasil membuat permainan United menjadi jauh lebih baik. Juan Mata yang barus dimasukan pada menit 79 bahkan langsung bisa memberikan kontribusi besar lewat gol yang dicetaknya pada menit 86.

Memanfaatkan bola mati depan kotak penalti, Juan Mata memaksa Szczesny memungut bola dan mengembalikan pertandingan kembali imbang 1-1.

Malahan, MU sukses membalikan keadaan berkat gol bunuh diri yang dilakukan pemain tuan rumah. Lagi-lagi gol ini berawan dari situasi bola mati. Dan akhirnya skor 1-2 untuk keunggulan Manchester United menutup pertandingan pada malam hari ini.

Liga Champions Eropa (Grup H)
Allianz Stadium, Turin/Kamis 8 November 2018
Wasit: Ovidiu Hategan
Gol: Cristiano Ronaldo (65'), Juan Mata (86), Alex Sandro (OG)

Susunan Pemain
Juventus: Szczesny; De Sciglio, Chiellini, Bonucci, Alex Sandro; Khedira, Pjanic, Bentancur; Dybala, Cuadrado, Ronaldo. Pelatih: Massimiliano Allegri

Manchester United: De Gea; Young, Smalling, Lindelof, Shaw; Herrera, Matic, Pogba; Lingard, Sanchez, Martial. Pelatih: Jose Mourinho

Sumber: Akurat.co

Wakil Bupati Malang Ditetapkan KPK Sebagai tersangka Kasus Suap



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan satu tersangka atas hasil kasus suap terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2015.

Tersangka baru tersebut yakni, mantan Wakil Bupati Malang, Ahmad Subhan yang kini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta.

Selain Subhan, KPK juga menetapkan Direktur PT Sumawijaya, Achmad Suhawi dan Nabiel Titawano sebagai tersangka. 

"KPK meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan sejalan dengan penetapan tiga orang lagi sebagai tersangka," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/11).

Diduga, Nabiel bersama-sama Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group), Ockyanto memberi hadiah atau janji kepada Bupati nonaktif Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa. 

Sedangkan, Subhan dan Suhawi diduga bersama-sama Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Onggo Wijaya diduga memberi hadiah atau janji kepada Mustafa. 

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya telah menetapkan Mustofa sebagai tersangka dalam dua sangkaan, yakni dugaan suap terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 dan gratifikasi.

KPK juga menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto, Zainal Abidin; Permit and Regulatory Division Head PT Tower Besama Group, Ockyanto; dan Direktur Operasi PT Protelindo, Onggo Wijaya sebagai tersangka. 

Mustafa diduga menerima sebesar Rp2,75 miliar terkait pengurusan IPPR dan IMB pada Juni 2015, dengan rincian dari Tower Bersama Group sebesar Rp2,2 miliar dan dari PT Protelindo sebesar Rp550 juta. 

"Setelah fee diterima, IPPR dan IMB diterbitkan," tandasnya. 

Para tersangka pun kini telah dicegah berpergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan. KPK sudah mengirimkan surat pencegahan itu kepada pihak imigrasi sejak 8 Oktober 2018. 

Atas perbuatannya itu, ketiga tersangka dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber: Akurat.co

Pilpres Membuat Pemilu Legislatif Menjadi Sepi



Indonesia yang akan mengadakan Pemilu Serentak dimana Pemilu Legislatif ( Pileg ) dan Pemilu Presiden ( Pilpres) akan dilaksanakan pada waktu yang sama pada 17 April 2019 mendatang.. Pemilu dan kampanye yang berbarengan, antara Pileg dan Pilpres, membuat Pileg sepi, tertutup oleh kampanye dan pemberitaan Pilpres.

Membuat Pileg menjadi sepi dan Pilpres menjadi gaduh. Masih adakah Pileg kita? Jangan sampai Pileg terkubur oleh hiruk pikuk kampanye capres dan cawapres semata. Masa kampanye Pileg dan Pilpres yang cukup panjang, dari 23 September 2018 – 13 April 2019 membuat para caleg, capres, dan cawapres memutar otak dan mengatur strategi agar tidak kehabisan amunisi di tengah jalan. Ibarat lari maraton, jika ritme lari tidak diatur, maka bisa jatuh tersungkur, dan tidak akan sampai garis finish.

Dengan masa kampanye yang cukup lama dan panjang tersebut, bagi capres dan cawapres berkantong tebal, mereka akan tancap gas menyapa rakyat: ada yang silaturrahmi ke pesantren-pesantren, pabrik, pasar, sawah, tempat bencana, bertemu emak-emak, kaum milenial, bahkan kaum buruh. Namun bagi capres berkantong tipis, demi mengirit logistik, hanya akan berjalan merayap hingga akhir tahun. Dan bisa saja akan berlari kencang, di awal tahun demi memenangkan pertarungan.

Pilpres yang rame dan Pileg yang sepi. Pilpres menjadi rame, karena terjadi head to head antara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi. Remarch Pilpres 2014 terjadi lagi di 2019. Jokowi-Prabowo bertarung kembali. Hanya berganti dicawapres saja. Pileg, walaupun diisi oleh banyak artis yang menjadi caleg. Tetap miskin pemberitaan. Dan sepi gosip politik.

Artis yang tenar di dunia entartainmen. Belum mampu dan tidak berhasil menjadikan publikasi dan kampanye Pileg lebih tenar dari pemberitaan Pilpres. Pileg hanya berada dalam bayang-bayang Pilpres. Padahal Pileg dan Pilpres sama-sama pentingnya. Karena hasil Pileg dan Pilpres akan menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan.

Media lebih tertarik memberitakan kampanye-kampanye Pilpres, jika dibandingkan dengan Pileg. Oleh karena itu, wajar jika kampanye Pileg tertutup oleh pemberitaan Pilpres. Padahal Pemilu 17 April 2019 yang akan datang, bukan sekedar Pilpres. Tapi Pileg juga. Pemberitaan Pilpres memang menjadi primadona. Dan akan terus mendominasi dalam pemberitaan kampanye-kampanye selanjutnya.

Sepinya kampanye Pileg, bisa saja para caleg enggan mengeluarkan logistik dan menyimpan sumber-sumber dana, untuk berkampanye di media. Partai-partai politik juga masih diam seribu bahasa, dan belum beriklan di media massa. Partai politik dan para calegnya, bisa saja mengempur pemberitaan di media massa, pada detik-detik akhir masa kampanye. Atau kita kenal dengan istilah main diujung. Ya, main diujung.

Permainan diujung atau di the last minute atau injury time, memang mengurangi biaya politik. Dan lebih efektif. Karena masyarakat akan mengingat kampanye atau iklan yang dilihat terakhir kalinya. Jadi jika kampanye jor-joran diawal, memang akan kehabisan nafas dan logistik, sehingga bisa berhenti diakhir perjalanan. Dan bisa disalip ditikungan oleh lawan.

Pileg tidak kalah pentingnya dengan Pilpres. Memastikan partai politik dan para calegnya berkampanye dengan menawarkan program-program terbaiknya adalah keniscayaan. Jangan sampai caleg hanya diam, menghindar dari konstituen, dan baru bergerak ketika masa kampanye akan berakhir. Sungguh sayang, jika masyarakat tidak tahu dan tidak mengerti program-program para calegnya.

Jangan sampai para caleg hanya berfikir, buat apa berkampanye, cukup siram logistik, dan tebar amplop di hari pencoplosan sudah beres. Caleg seperti inilah, yang berbahaya dan menumbuh suburkan benih-benih korupsi di Indonesia. Namun fakta dan kenyataannya ada. Hadir mewarnai setiap kontestasi politik di Indonesia. Baik dalam Pilkada, Pileg, ataupun Pilpres.

Berdasarkan pengakuan caleg-caleg pada Pemilu 2014 yang lalu. Dan sudah bukan rahasia umum lagi. Para caleg bukan hanya tebar pesona, ternyesum, dan menyapa. Tetapi juga tebar amplop, dalam satu dapil seorang caleg, bisa menebar amplop hingga 500-800 ribu amplop. Mengerikan dan memprihatinkan. Pileg yang kelihatannya sepi. Bisa jadi menyimpan bara pertarungan yang tak kalah sengitnya dengan Pilpres.

Jika pada Pileg 2019 nanti, cara-cara culas ini masih terjadi, maka rusaklah demokrasi. Karena suara pemilih dapat dibeli. Dan yang lebih mengerikan, jika setiap caleg partai menyiapkan amplop, maka sudah bisa dibanyangkan, berapa banyak peredaran uang di hari pencoblosan. Demokrasi memang berbiaya mahal. Namun membeli suara demi memenangkan pertarungan, sama saja menghancurkan demokrasi itu sendiri. Demokrasi yang mahal. Bukan alasan bagi para caleg untuk membeli suara.

Gaduh di Pilpres. Namun senyap di Pileg. Sepinya kampenye Pileg, membuat satu ketua umum partai politik, meminta kepada KPU agar memperbanyak dan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Karena jika tidak tersosialisasikan dengan baik. Jangan-jangan masyarakat hanya tahunya Pilpres. Padahal, pada 17 April 2019 nanti, masyarakat akan menerima lima kertas suara, satu untuk Pilpres, Dan empat lagi untuk Pileg. Artinya kertas suara untuk Pileg lebih banyak dari pada kertas suara Pilpres yang hanya satu.

Jadi, sejatinya kampenye Pileg, harus lebih massif dan lebih greget dari Pilpres. Karena bagaimana pun, Pileg merupakan ajang pertarungan hidup mati partai politik. Partai politik yang tidak lolos PT 4% akan terkubur dengan sendirinya. Mati dan tidak akan bisa ikut Pemilu berikutnya.

Karena Pileg merupakan hidup mati partai-partai politik dan para calegnya. Menang di Pilpres dan Pileg sekaligus memang menyenangkan. Dan juga membanggakan. Namun jika menang di Pilpres, lalu kalah di Pileg, percuma dan tak berguna. Ya, percuma. Karena hanya akan sia-sia. Capres dan cawapresnya menang. Namun partai politiknya terbenam.

Sesungguhnya, jika berfikir rasional, pragmatis, dan realistis. Maka, memenangkan Pileg, bagi partai-partai dan caleg adalah wajib. Ya, kewajiban. Namun untuk Pilpres, hanya sunnah. Jadi Pileg lebih utama dari Pilpres. Jika menang kedua-duanya, itu bonus dan keberuntungan. Karena dipolitik, keberuntungan terkadang menjadi sesuatu yang harus disyukuri dan dinikmati. Karena dipolitik ada yang beruntung. Dan ada juga yang buntung.

Tidak heran dan tidak aneh. Jika banyak partai berfokus, dan berkonsentrasi untuk memenangkan Pileg. Tidak dan bukan untuk Pilpres. Wajar dan rasional, agar tidak terjungkal. Pilihan terbaik dan menarik agar tetap eksis.

Karena eksistensi partai-partai politik ditentukan di Pileg. Bukan Pilpres. Pileg adalah wajib. Sedangkan Pilpres adalah sunah. Tapi mengapa kampanye yang wajib sepi. Sedangkan yang sunnah rame dan menyedot perhatian masyarakat dan media. Lalu apa untungnya Pileg untuk kita!.

SumberAkurat.co

Rupiah Mulai Naik Karena USD Mereda



Sejumlah data ekonomi yang membaik dari perkiraan cadangan devisa memberikan sentimen positif pada pergerakan Rupiah. Tidak hanya itu saja, imbas dari impor dan mulai berlakunya transaksi Non-Deliverable Forward yang dilakukan dipasar domestik turut membantu terapresiasinya Rupiah

Di sisi lain, kenaikan tersebut juga dipengaruhi menurunnya laju USD jelang pemilu pertengahan AS. Adanya harapan sekaligus perkiraan Partai Demokrat akan memenangi pemilu tersebut membuat permintaan atas aset safe have yang diantaranya USD berkurang sehingga berimbas pada pelemahan USD.

Tentunya kondisi ini memberikan kesempatan pada Rupiah untuk dapat bergerak positif.

" Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.610-14.562," ujar Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (8/11).

Pergerakan Rupiah yang kembali melanjutkan kenaikan diharapkan masih dapat bertahan seiring masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri yang juga diikuti oleh meredanya permintaan akan USD, seiring dengan hasil pemilu pertengahan AS dimana Partai Demokrat menguasai DPR dan Partai Republik menguasai Senat. Dengan kondisi tersebut pergerakan Rupiah seharusnya kembali berkesempatan untuk menguat dengan memanfaatkan pelemahan USD.

" Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

Terdakwa Pengeroyok Haringga Divonis Bebas Pengadilan Bandung



Keputusan terkait kasus Haringga Sirila telah dikeluarkan oleh Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Bandung, Suporter dari Persija Jakarta tersebut dikeroyok hingga tewas di Gelora Bandung Lautan Api, Salah satu dari pelaku pengroyokan itu telah divonis bebas oleh hakim.

Oleh hakim, NSF dinyatakan tak terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pasal 170 KUHP sebagaimana yang dituntutkan oleh jaksa.

Hal itu diketahui dari amar putusan yang dibacakan hakim tunggal, Suwanto, pada persidangan yang digelar secara terbuka di PN Kelas 1A Khusus Bandung, Selasa (6/11).

"Membebaskan pelaku anak satu (NSF) dari segala dakwaan dan tuntutan," ucap hakim.

Selain itu, hakim juga memerintahkan agar nama baik, hak, serta martabat yang bersangkutan dikembalikan, dan dibersihkan dari segala tuntutan hukum.

Terhadap putusan bebas itu, NSF dan kuasa hukumnya langsung menerima. Sedangkan, tim jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bandung langsung mengajukan kasasi. Sebelumnya, jaksa menuntut NSF dengan hukuman tiga tahun penjara.

Menanggapi vonis bebas tersebut, kuasa hukum NSF, Leksa Sharma menilai hakim objektif dalam perkara ini. Pihaknya mengapresiasi hakim yang jeli melihat fakta di lapangan, dan yang terungkap dalam persidangan. Pasalnya, tak ada bukti yang menyebutkan kliennya terlibat dalam aksi pengeroyokan itu.

"Kami menilai hakim objektif dan melihat fakta-fakta yang terjadi di lapangan," tukas dia, usai persidangan.

Sementara, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Bandung Agus Khausal Alam meyakini berkas perkara yang diajukan telah sesuai fakta yang ada di lapangan. Maka itu, terhadap vonis tersebut, pihaknya langsung mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Sumber: Akurat.co

17 Korban Lion Air Berhasil Diidentifikasi Tim DVI



Tim DVI Rumah Sakit Polri telah berhasil mengidentifikasi 17 jenazah penumpang kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. 17 jenazah yang teridentifikasi tersebut hasil dari pemeriksaan pada 163 kantong jenazah masuk RS Polri sejak Senin (29/10).

"Berkat do'a keluarga dan kita semua, sore ini Tim DVI berhasil mengidentifikasi 17 penumpang pesawat Lion Air JT-610 . Berdasarkan sidang rekonsiliasi telah berhasil mengidentifikasi 17 jenazah penumpang pesawat yang terdiri dari 15 laki-laki dan 2 perempuan," ucap Kepala Bidang DVI Mabes Polri Kombes Lisda Cancer.

Dalam kesempatan tersebut Vice Comander DVI Kombes Pol Triawan Marsudi membacakan nama-nama penumpang Lion Air JT-610 yang berhasil diidentidikasi. Mereka adalah Wahyu Alldilla jenis kelamin lak-laki (32), Ubaidillah Salabi, Laki-laki (55), Imam Riyanto, Laki-laki (44), Mawar Sariati, Perempuan (39), Tesa Kausar, Laki-laki (37), Cosa Rianda Sahab, Laki-laki (39), Dony, Laki-laki (45), Daniel Suharja Wijaya, Laki-laki (30), Herjuna Darpito, Laki-laki (47), Nurul Dyah Ayu Sitharesmi, Perempuan (54), Paul Ferdinand Ayorbaba, Laki-laki (43), Rabagus Noerwito Desi Putra, Laki-laki (26), Martono, Laki-laki (35), Ariawan Komardy, Laki-laki (37), Ibnu Fajar Riyadi Hantoro, Laki-laki (33), Matthew Bongkal, Laki-laki (13) dan Mack Stanley, Laki-laki (31).

"Hingga saat ini, penumpang yang telah teridentifikasi sebanyak 44 penumpang terdiri dari 33 laki-laki dan 11 perempuan," kata Triawan Marsudi.

Sedangkan untuk proses penyerahan jenazah penumpang akan dilakukan malam ini. RS Polri akan menyerahkan dokumen serta surat kematian kepada Lion Air JT-610, dan dilanjutkan diserahkan kepada keluarga korban.

"Untuk penyerahan serah terima akan dikasih berbentuk dokumen dan surat kematian, akan dikasih malam ini juga," sambung Lisda Cancer.

Sumber: Akurat.co

Prabowo Minta Maaf Soal 'Tampang Boyolali'



Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengunggah sebuah video di media sosial. Dalam video tersebut calon Presiden Prabowo Subianto yang akhirnya meminta maaf atas kegaduhan atau polemik soal 'Tampang Boyolali'.

"Jadi, dan ya. Tapi kalau maksud saya tidak negatif. Tapi kalau ada yang merasa tersinggung, ya saya minta maaf, maksud saya tidak seperti itu," kata Prabowo dalam video yang dibuat oleh Dahnil, Selasa (6/11) malam.

Apabila ucapan Prabowo dalam pidatonya dipermasalahkan oleh pihak lain, maka hal itu sesuatu yang berlebihan, karena Ketua Umum Gerindra itu tidak ada maksud menghina masyarakat Boyolali. Dan menyebut tampang Boyolali merupakan bahasa sebagai seorang teman.

“Saya kira itu ya mungkin berlebihan. Saya tidak ada niat sama sekali, itu kan cara saya kalau berbicara itu familiar, dari ya mungkin istilah bahasa-bahasa sebagai seorang teman. Jadi ya audiens waktu itu juga nggak terlalu besar, ya mungkin paling hanya 400-500 orang kader dari partai-partai koalisi kita di peresmian kantor pemenangan,” ucap Prabowo saat ditanya Dahnil.

“Ya saya seloroh ya dan itu kira-kira sambutan saya kan satu jam, mungkin 40 menit lebih, itu (soal 'tampang Boyolali') mungkin hanya 2 menit itu," sambung Prabowo.

Dalam klarifikasinya, Prabowo menjelaskan terkait kondisi saat ini telah terjadi kesenjangan dan ketidakadilan di masyarakat. Sebab kekayaan di Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

“Saya tahu kondisi kalian, kan gitu. Saya justru, yang saya permasalahkan adalah ketidakadilan, kesenjangan, ketimpangan. Kan semua orang tahu di Indonesia ini makin lebar, makin tidak adil, yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang saja. Jadi maksud saya itu," tuturnya. 

Menurut Dahnil, bahwa Prabowo menginginkan adanya keakraban dengan masyarakat Boyolali dan masyarakat Indonesia. 

"Pesan pak Prabowo adalah tentu beliau ingin akrab dengan masyarakat Boyolali dan pengen akrab dengan masyarakat indonesia," kata Dahnil.

Sumber: Akurat.co

Bupati Boyolali Dilaporkan ke Bawaslu



Wahyu Setiawan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melaporkan Bupati Boyolali Seno Samodro karena diduga melakukan pengusutan keberpihakan pada salah satu pasangan calon presidden ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Itu sudah menjadi kewenangan Bawaslu untuk menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran aturan pemilu," kata Wahyu di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Wahyu meminta kepala daerah tidak menghina salah satu kandidat capres-cawapres. Dia menyarankan semua pihak menggunakan bahasa yang santun saat akan ikut berkampanye.

"Terkait regulasi kampanye, kami berharap kampanye sarana pendidikan politik pada masyarakat mestinya menggunakan bahasa-bahasa santun dan mengedukasi. Siapapun itu," ucapnya.

Diketahui, pelapor yang merupakan Advokat Pendukung Prabowo menyebut tindakan Seno yang melontarkan kalimat-kalimat yang menghina Prabowo dan bernada provokatif. Yang dilakukan Seno itu dinilai dapat merugikan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 tersebut.

Seruan itu disampaikan Seno Samodro dalam aksi protes warga Boyolali terhadap pidato capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang mengucap "tampang Boyolali". Aksi tersebut berlangsung di Balai Sidang Mahesa Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (4/11).

Sumber: Akurat.co

Sri Mulyani dan Luhut Tak Terbukti Lakukan Pelanggaran Kampanye



Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tidak terbukti bahwa mereka melakukan pelanggaran kampanye dan itu sudah diputuskan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Komisoner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, laporan yang ditujukan kepada Luhut dan Sri Mulyani tidak memen‎uhi unsur ketentunan pidana sebagaimana Pasal 547 UU Nomor 7/2017 tentang pemilihan umum.

"Status laporannya tidak terbukti ada pelanggaran karena tidak terpenuhi unsur-unsur pidana seperti dalam UU Pemilu," ungkap Ratna, di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (6/11). ‎

Kata Ratna, keputusan tersebut diambil setelah dirinya dengan para komisioner Bawaslu lainnya menyelenggarakan rapat pleno, pada Senin (5/11) kemarin. Sehingga memutuskan ‎laporan itu tidak bisa dilanjutkan kembali.

"Tidak terbukti melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon," ucapnya.

Menurut Ratna, dari keterangan Sri Mulyani menjelaskan tidak ada maksud untuk melakukan kampanye ‎terhadap salah satu pasangan calon. Karena saat itu Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde bertanya kepada dirinya kenapa tidak boleh memberikan simbol dua jari yang diketahui maknanya adalah victory alias kemenangan.

Sumber: Akurat.co