Prabowo Minta Maaf Soal 'Tampang Boyolali'
Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengunggah sebuah video di media sosial. Dalam video tersebut calon Presiden Prabowo Subianto yang akhirnya meminta maaf atas kegaduhan atau polemik soal 'Tampang Boyolali'.
"Jadi, dan ya. Tapi kalau maksud saya tidak negatif. Tapi kalau ada yang merasa tersinggung, ya saya minta maaf, maksud saya tidak seperti itu," kata Prabowo dalam video yang dibuat oleh Dahnil, Selasa (6/11) malam.
Apabila ucapan Prabowo dalam pidatonya dipermasalahkan oleh pihak lain, maka hal itu sesuatu yang berlebihan, karena Ketua Umum Gerindra itu tidak ada maksud menghina masyarakat Boyolali. Dan menyebut tampang Boyolali merupakan bahasa sebagai seorang teman.
“Saya kira itu ya mungkin berlebihan. Saya tidak ada niat sama sekali, itu kan cara saya kalau berbicara itu familiar, dari ya mungkin istilah bahasa-bahasa sebagai seorang teman. Jadi ya audiens waktu itu juga nggak terlalu besar, ya mungkin paling hanya 400-500 orang kader dari partai-partai koalisi kita di peresmian kantor pemenangan,” ucap Prabowo saat ditanya Dahnil.
“Ya saya seloroh ya dan itu kira-kira sambutan saya kan satu jam, mungkin 40 menit lebih, itu (soal 'tampang Boyolali') mungkin hanya 2 menit itu," sambung Prabowo.
Dalam klarifikasinya, Prabowo menjelaskan terkait kondisi saat ini telah terjadi kesenjangan dan ketidakadilan di masyarakat. Sebab kekayaan di Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.
“Saya tahu kondisi kalian, kan gitu. Saya justru, yang saya permasalahkan adalah ketidakadilan, kesenjangan, ketimpangan. Kan semua orang tahu di Indonesia ini makin lebar, makin tidak adil, yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang saja. Jadi maksud saya itu," tuturnya.
Menurut Dahnil, bahwa Prabowo menginginkan adanya keakraban dengan masyarakat Boyolali dan masyarakat Indonesia.
"Pesan pak Prabowo adalah tentu beliau ingin akrab dengan masyarakat Boyolali dan pengen akrab dengan masyarakat indonesia," kata Dahnil.
Sumber: Akurat.co

0 komentar :
Posting Komentar