Oktober 2018

Basarnas Telah Deteksi Keberadaan Black Box Lion Air JT-610



Basarnas mengklaim telah menemukan titik objek Flight Data Recorder (FDR) atau yang biasa dikenal dengan sebutan Black Box dari Pesawat Lion Air JT-610.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan setalah kurang lebih dua hari melakukan pencarian. Gabungan TKN, Basarnas, Polri, KNKT, Pertamina, dan Kementerian Perhubungan berhasil mendeteksi kotak hitam.

"Kita juga menemukan pin locator. Jadi di blackbox itu ada pin yang bisa berbunyi kita berdua mendengarkan itu, tit tit tit, suara itu terdengar," ujarnya saat konprensi pers di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10) malam.

Menurut Syaugi, tim tersebut berhasil menemukan kotak hitam tersebut setelah 4 kapal dengan peralatan lengkap diantaranya scan sonar, dan multibeam echosounder dapat mendeteksi benda tersebut.

"Kapal ini bisa melihat sesuatu yg ada di dasar air atau didasar laut. Artinya alat ini berfungsi dengan baik," ungkapnya.

Namun demikian, Syauqy mengatakan hingga kini tim gabungan tersebut belum menemukan potongan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Kawarang, Jawa Barat.

"Dari alat ini kita bisa melihat ada serpihan-serpihan bagian kapal. Kita kareba sudah sampai sore tadi belum melihat yang terbesar," pungkasya.


Sumber: Akurat.co

56 Kantung Jenazah Sudah Tiba di RS Polri Kramatjati



Sebanyak 56 kantong jenazah korban Lion Air JT-610 telah diterima Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Jakarta Timur. 56 kantong jenazah tersebut dipastikan masuk usai satu kantong terakhir tiba ke fasilitas Instalasi Kedokteran Forensik dari Pelabuhan Tanjung Priok.

"Yang tiba terakhir dua kantong, jadi totalnya sudah 56 hingga malam ini," ujar Kapolsek Kramatjati, Kompol Nurdin A Rahman kepada wartawan.

Kantong jenazah terakhir tersebut langsung dimasukan ke ruangan CT Scan Post Mortem Instalasi Kedokteran Forensik.Hingga saat ini, pihak rumah sakit telah memeriksa 48 kantong jenazah yang merupakan hasil evakuasi selama dua hari korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat sejak Senin (29/10). 

Tim Inafis Mabes Polri mengidentifikasi satu korban yakni atas nama Jannatun Cintya Dewi kelahiran Sidoarjo 12 September 1994 dan beralamat di Dusun Prumpon RT 001 RW 001 Kecamatan Sukodono Jawa Timur yang merupakan anak ketiga dari Ibu Surtiyem dan Bambang Supriyadi.

Jenazah Jannatun teridentifikasi dengan No Post Mortem 0108 dari kantong jenazah DVI 00/Lion-Tj Priok/0010, teridentifikasi sesuai Antemortem 128.

Identitas korban tersebut, diketahui dari bagian tubuh yang ditemukan,yakni tangan kanan dengan lima jari lengkap, kemudian menyambung bagian tubuh dada atas sampai perut menjadi satu bagian tidak terpisahkan.

Dari potongan tubuh korban tersebut, tim Inafis mencocokan sidik jari tangan kanan dengan sidik jari tangan kiri di ijasah korban yang berhasil memiliki kecocokan 13 titik, ditambah dengan data yang menyebut kebiasaan korban memakai cincin yang khas di jari tengah tangan kanan.

Jenazah korban teridentifikasi sendiri sudah diserah terimakan pada perwakilan keluarga yang hadir di RS Polri Kramat Jati dan akan diterbangkan ke Sidoarjo Kamis (1/11) besok sekitar pukul 05:00 WIB.


Sumber: Akurat.co

Kopaska Diterjunkan Untuk Mencari Kotak Hitam Lion Air JT-610




Untuk memastikan keberadaan Black Box berdasarkan petunjuk bunyi 'ping' pesawat Lion PK-LQP nomor JT-610 TNI Angkatan Laut mengirim Personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) di pesisir Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

"Saya kira tidak diperluas (area pencarian).Tempatnya kurang lebih berjarak sembilan nautical mile ke arah utara dari Pantai Tanjung Pakis," kata Komandan Satuan Kopaska Koarmada 1 Kolonel Laut Johan Wahyudi, di Karawang, Kamis (1/11)

Pantauan di lokasi, puluhan anggota pasukan khusus selam berpakaian biru muda itu berangkat menuju koordinat bunyi "ping" sekitar pukul 06.00 WIB dari pesisir pantai menggunakan empat perahu karet secara bergantian.

Dikatakan Kolonel Johan, keberangkatan Kopaska mengemban tugas untuk memastikan keberadaan kotak hitam pesawat di lokasi itu.

"Yang terpenting kita pastikan dulu titiknya. Kalau sudah pasti, baru kita libatkan 'remote operated vehicle' (ROV)," katanya.

Laporan ROV dari dasar laut akan ditindaklanjuti pihaknya dengan mengutus tim selam yang akan melihat langsung objek yang ditemukan.

"Yang penting, harus diyakinkan dulu bahwa memang itu adalah objek kotak hitam," katanya.

Titik terang keberadaan kotak hitam pesawat berpenumpang 189 orang itu sebelumnya disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (31/10) malam.

"Semua kapal survei dan penyelam akan mendekati temuan tersebut karena tadi sudah ada dugaan kotak hitam," ujar Panglima TNI.

Dengan temuan ini, diharapkan tim SAR gabungan juga bisa segera menemukan badan pesawat bertipe Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Utara Karawang Jawa Barat tersebut dan mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalamnya.

Bunyi ping yang diduga berasal dari kotak hitam tersebut ditangkap pada kedalaman 32 meter dan berasal dari dua objek.

Sumber: Akurat.co

Panglima TNI: Basarnas Tentukan Titik Koordinat Badan Pesawat Lion Air JT-610



Posko evakuasi pesawat Lion Air JT-610 yang berada di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara telah didatangi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada Rabu (31/10) pagi.

Panglima mendapatkan penjelasan dari Kepala Basarnas M Syaugi, terkait titik terang adanya dugaan kuat keberadaan bagian dari fuselage (badan pesawat) JT610.

"Itu sudah ditentukan koordinatnya. Namun, belum diyakinkan bahwa itu adalah bagian dari fuselage JT610," kata Panglima.

Untuk itu Panglima menekankan, KRI Rigel untuk fokus pada satu titik yang diyakini tersebut, bahwa yang di dasar laut tersebut adalah badan pesawat milik JT610 dan diduga masih ada korban juga yang berada di sana.

"Jadi kemungkinan, itu diduga kuat adalah tempat fuselage yang kita cari. Karena kemungkinan besar korban masih ada di situ," tega Hadi.

Terkait lokasi yang diyakini oleh Tim SAR tersebut berada tidak jauh dari titik hilangnya kontak pesawat JT610 atau tidak, Panglima menegaskan yang berhak mengatakan adalah Basarnas.

"Itu nanti. Nanti secara resmi Basarnas akan menyampaikan kalau sudah yakin. Untuk itu saya akan ke sana dengan Basarnas dan Pangarmada 1 unthk meyakinkan dan seluruh potensi SAR," pungkasnya.

Sementara seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air yang terjatuh memiliki nomor penerbangan JT610 tujuan Jakarta-Pingkal Pinang. Pesawat mulai kehilangan kontak sekitar pukul 06.33 WIB, Senin (29/10).

Pesawat nahas tersebut membawa penumpang 181 orang, serta 8 kru pesawat, dan Basarnas memprediksikan tak ada korban yang selamat.

Sumber: Akurat.co

Konten Hoaks Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610


Image


Kabar duka tentang Pessawat Lion Air JT-610 yang jatuh di wilayah Karawang, Jawa Barat, menjadi perbbincangan hangat di berbagai media.

Warganet pun berlomba untuk menyebarkan informasi terkait kejadian tersebut. Sayangnya, musibah ini dimanfaatkan sebagian orang untuk mencari 'kehebohan' lebih dengan cara menyebarkan konten berupa  foto yang tidak sesuai fakta alias hoaks.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pun menyisir berbagai informasi hoaks tersebut. Per hari ini, Selasa (30/10) Kominfo telah menemukan dan melaporkan tiga foto palsu yang beredar terkait peristiwa tersebut. Berikut laporannya.

Tersebar foto badan pesawat terbelah yang di duga korban di pesawat Lion Air JT-610



Penjelasan: Foto yang digunakan dalam postingan tersebut bukan merupakan kondisi pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada 29 Oktober 2018. 

Fakta: foto tersebut adalah kondisi pesawat Lion Air JT-904 dalam penerbangan Banjarmasin-Bandung-Denpasar yang terbelah di laut Bali pada tanggal 13 April 2013.

Video dari saksi nelayan saat jatuhnya pesawat jatuh Lion Air JT-610



Penjelasan : Video tersebut sama sekali tidak terkait dengan peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta – Pangkal Pinang pada tanggal 29 Oktober 2018. 

Fakta: video tersebut peristiwa jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines Flight 961 di Samudera Hindia pada tanggal 23 November 1996.

Berita satu bayi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang selamat.



Penjelasan : Foto yang beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang bayi dengan caption satu bayi korban pesawat Lion Air JT-610 ‘selamat terombang ambing di laut’ adalah hoaks.

Fakta:foto tersebut merupakan salah satu penumpang selamat dari kejadian tenggelamnya kapal KM Lestari Maju di Perairan Selayar pada 3 Juli 2018.

Sehubungan dengan kebiasaan warganet Indonesia dalam menyikapi suatu bencana ini, Kominfo sebelumnya telah memperingatkan untuk tidak menyebarkan informasi bohong dan tidak sesuai faktanya.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengimbau warganet Indonesia untuk tidak menyebarkan informasi hoaks ataupun informasi yang bukan berasal dari sumber berwenang terkait dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang," tulis Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Fernandus Setu, melalui keterangan resminya.

Pernyataan ini didasarkan pada regulasi yang sudah diatur. Bahwa setiap aktivitas pengguna di ruang siber (cyber space), termasuk aktivitas mendistribusikan, mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya Informasi hoaks diatur dengan UU RI No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sumber: Akurat.co

Wakil Ketua DPR RI Jadi Tersangka Kasus Suap APBN 2016



Taufik Kurniawan Wakil Ketua DPR RI dari fraksi PAN telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas suap anggaran Dana Alokasi Khusus.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Taufik turut menerima hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016.

"KPK menetapkan TK (Taufik Kurniawan) Wakil ketua DPR RI periode 2014-2019 sebagai tersangka," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam jumpa persnya di kantor KPK, Jakarta, Selasa (30/10).

Sebagai informasi, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu merupakan wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah VII yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen.

Atas perbuatan tersebut Taufik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Awal September 2018 lalu, Taufik sempat diminta keterangannya terkait pengembangan kasus dugaan suap proyek yang bersumber dari DAK pada APBN 2016, senilai Rp100 miliar. Namun, dia enggan membeberkan permintaan keterangan yang dilakukan penyelidik KPK kepada dirinya.

KPK juga menetapkan satu tersangka lainnya yakni, mantan Ketua DPRD Kebumen Cipto Waluyo sebagai tersangka suap. Cipto diduga menerima suap sebesar Rp50 juta  terkait pengesahan atau pembahasan APBD Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2015-2016.

Atas perbuatannya, Cipto dan Taufik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber: Akurat.co

Kominfo Beri Peringatan Tidak Sebar Hoaks Jatuhnya Pesawat Lion Air



Senin Pagi Pesawat Lion Air JT-610 jatuh di wilayah Karawang, Jawa Barat. Kabar duka ini langsung menyebar di berbagai platform media sosial.

Seperti biasa, netizen kerap membagikan foto yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Guna meminimalisir foto atau gambar hoaks, Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan kabar burung di media sosial atau aplikasi chatting.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengimbau warganet Indonesia untuk tidak menyebarkan informasi hoaks ataupun informasi yang bukan berasal dari sumber berwenang terkait dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang," tulis Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Fernandus Setu, melalui keterangan resminya, hari ini.

Selain itu, Kominfo juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tidak menyebarkan foto-foto korban melalui media apapun termasuk media sosial. Jika masih terdapat orang yang melanggar peringatan tersebut, Kominfo mengingatkan bahwa bahwa setiap aktivitas pengguna di ruang siber (cyber space), termasuk aktivitas mendistribusikan, mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya Informasi hoaks diatur dengan UU RI No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Saat ini, informasi beserta dengan foto atau gambar resmi terkait musibah ini dapat Anda akses melalui akun Twitter Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN). Ia telah mengunggah beberapa foto aktivitas Basarnas yang sedang mengevakuasi, hasil temuan barang korban, puing-puing pesawat dan situasi di laut lokasi jatuhnya pesawat.

Pengguna media sosial diharap tetap bijak dalam menyebar atau membagikan informasi serta mengecek ulang informasi yang diterima.

Sumber: Akurat.co

Basarnas Membantah Temukan Lokasi Black Box Lion Air JT-610



Black Box pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang Jawa Barat sampai sekarang masih belum ditemukan, tetapi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan masih berupaya untuk mencari black box tersebut.

"Belum, masih dalam pencarian," kata Direktur Operasional dan Latihan Basarnas Birgadir Jenderal Marinir Bambamg Suryo Aji di kantor Basarnas Jakarta, Senin (29/10).

Brigjen Suryo membatah pemberitaan di media massa yang menyebutkan bahwa Basarnas telah menemukan posisi black box pesawat Lion Air JT-610 meski belum diangkat dari dasar laut.

"Ada di running text itu Basarnas telah menemukan posisi black box. Belum, salah itu," tegas Suryo.

Suryo juga mengatakan tim SAR sudah melakukan pencarian melalui penyelaman di koordinat tepat di mana Lion Air JT-610 melakukan kontak terakhir, namun proses pencarian tersebut tidak menemukan bangkai pesawat.

Dia menjelaskan lokasi puing pesawat dan lokasi kontak terakhir pesawar tidak menunjukkan tempat bangkai pesawat karena berbagai kemungkinan.

"Last contact tidak tepat menunjukkan jatuhnya pesawat," kata Suryo.

Selain itu juga kemungkinan puing pesawat di permukaan yang terbawa ombak, dan kemungkinan perpindahan lokasi karena arus bawah laut menyebabkan belum ditemukannya lokasi bangkai pesawat.

Menurut dia, peralatan dan personel yang dikerahkan oleh pemerintah Indonesia untuk mencari korban dan puing pesawat saat ini sudah cukup.

"Tinggal menunggu waktu saja sebetulnya," kata dia.

Sumber: Akurat.co

Basarnas Kirim 40 Penyelam Untuk Mencari Korban Pesawat Lion Air JT-610



Pada hari kedua Tim Basarnas Bandung, Jawa Barat melibatkan sedikitnya 40 penyelam untuk mengevakuasi korban serta badan pesawat Lion Air JT-610 yang hilang di sekitar perairan Tnjung Karawang.

"Saat ini kerahkan kembali penyelam dan tim evakuasi ke tengah (Tanjung Karawang). Di tengah sudah ada 40 penyelam yang 'standby'," kata Koordinator Humas Basarnas Jabar, Joshua di lokasi pencarian, Selasa (30/10).

Menurut dia, puluhan personel Basarnas Bandung diterjunkan dari pesisir laut Karawang di Tanjung Pakis menuju titik koordinat yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat di KM206 Tanjung Karawang.

"Personel ini dilepas pagi ini dengan mengendarai sembilan perahu karet ke tengah laut untuk bergabung bersama rekan lainnya," kata Joshua.

Upaya pencarian juga akan melibatkan empat kapal berfasilitas alat sonar untuk mendeteksi keberadaan badan pesawat.

"Saat ini sudah ada 15 kapal evakuasi di tengah, ditambah empat kapal sonar," katanya.

Tim tersebut akan mencari bangkai pesawat dengan menyisir perairan Tanjung Karawang hingga ke Laut Muaragembong Kabupaten Bekasi hingga pukul 17.00 WIB sore ini.

Sumber: Akurat.co

KPK Diminta Bongkar Korupsi Sinar Mas Dan Lippo Group Dengan Pejabat Negara



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap dua petinggi korporasi (perusahaan). Petinggi tersebut adalah Direktur Operasional lippo Group Billy Sindoro dan Wakil Dirut Sinar Mas Agro Resources and technology (SMART) dalam Operasi tangkap Tangan (OTT) di Kalimantan Tengah.

Kedua kasus tersebut terkait penyuapan ke aparatur penyelenggara negara, yakni kepala daerah, yakni Bupati Bekasi dan DPRD Kalteng pada Jumat (26/10).

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan, kedua kasus ini menunjukkan ada fenomena perselingkuhan antara korporasi besar Lippo Group dan anak perusahaan Sinar Mas dengan para pejabat negara di daerah.

"Kasus ini merupakan fenomena gunung es, KPK perlu membongkarnya. Perselingkuhan korporarasi besar dan para pejabat selain mempersubur korupsi, juga berdampak besar pada rusaknya ekosistem pemerintahan yang baik," kata Andre dalam keterangannya, Minggu (28/10).

Anggota Badan Komunikasi (Bakom) Partai Gerindra ini menyatakan, publik perlu mendukung KPK untuk fokus menangani kasus-kasus kejahatan korporasi besar.

Selain itu juga Andre mengingatkan, korporasi besar di Indonesia memang selalu memanfaatkan momen Pemilu dan Pilpres 2019 untuk 'melancarkan' bisnisnya di masa depan jika jagoannya terpilih kembali.

"Pemilu ini celah yang rawan untuk dimanfaatkan korporasi besar, karena adanya kebutuhan dana besar untuk Pileg maupun Pilpres," pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

Ribuan Data Invalid Ditemukan Bawaslu Dalam DPTHP di Karawang


Ribuan data invalid dalam Data pemilih Tetap Hasil Perubahan (DPTHP) masih banyak ditemukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karawang, Jawa Barat menjelang pemilu 2019 mendatang.
"Sesuai hasil pencermatan, kami menemukan 9.083 data invalid," kata Ketua Bawaslu Karawang Kursin Kurniawan, saat dihubungi di Karawang, Senin (29/10).
Ribuan data invalid itu ditemukan dari pencermatan DPTHP yang telah dilakukan petugas pengawas pemilu.
Selain data invalid, Bawaslu juga menemukan masih adanya data ganda dari hasil pencermatan pada semua kecamatan yang ada di wilayah Karawang.
Ia mengatakan, data invalid itu terdiri atas data pemilih tanpa Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta tanpa Nomor Kartu Keluarga. Kemudianada juga data pemilih yang pada tanggal dan bulan lahirnya invalid serta ditemukan pemilih yang tahun lahirnya tertulis tahun 1900.
"Untuk data ganda pada DPTHP yang kami temukan itu sebanyak 7.790 pemilih," ujarnya.
Ia menyatakan temuan data invalid dan data ganda pada DPTHP itu sudah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk dicermati ulang.
Ia berharap agar data yang invalid dan ganda itu segera ditindaklanjuti oleh KPU Karawang dengan melakukan perbaikan data.

Sumber: Akurat.co

kekalahan Indonesia Merebut Tiket Piala Dunia Diiringi Dengan Hujan Deras



Tim Nasional Indonesia U-19 telah kalah melawan dari Jepang U-19 dengan skor 2-0 dan dipastikan gagal mencetak sejarah di hari sumpah pemuda untuk lolos ke putaran final Piala Dunia U-20. 

Bermain dengan pola 3-4-3, Indonesia tampak lebih fokus untuk menebalkan pertahanan ketimbang memberikan tekanan. Situasi ini tampak dimanfaatkan benar oleh para pemain Jepang U-19 yang sejak menit awal terus berada di wilayah pertahanan Skuat Garuda Nusantara -sebutan lain Timnas U-19-.

Bahkan bola sempat masuk ke gawang yang dijaga Muhammad Riyandi pada awal-awal babak pertama. Beruntung asisten wasit di pinggir lapangan lebih dulu mengangkat bendera, sehingga gol yang dicetak Jepang U-19 tak disahkan oleh sang pengadil lapangan.

Indonesia yang kesulitan membangun serangan sebenarnya bukan tak memiliki kesempatan mendapatkan bola. Beberapa kali peluang untuk bisa membangun serangan didapatkan oleh anak asuhan Indra Sjafri ini di sepanjang babak pertama. Hanya saja, para pemain Indonesia sangat mudah kehilangan bola, yang membuat mereka selalu gagal untuk memberikan ancaman ke lini pertahanan sang rival.

Kesempatan terbaik yang dimiliki Indonesia hadir pada menit 29 lewat sepakan bola mati. Sayangnya umpan yang dilepaskan Saddil Ramdani dari luar kotak penalti masih belum bisa dimaksimalkan oleh Witan Sulaeman yang sebenarnya sudah lepas dari pengawalan pemain Jepang.

Saddil juga sempat memberikan kejutan pada menit 36. Melakukan penetrasi dari sisi kanan lapangan, pemain berwajah garang ini mencoba melepaskan sepakan keras dari dalam kotak penalti. Sayangnya Saddil terlalu terburu-buru, sehingga bola sepakannya tak bisa menemui sasaran sehingga hanya menghasilkan tendangan gawang bagi Jepang.

Dan keputusan Indra Sjafri untuk fokus pada pertahanan akhirnya mendapat hukuman pada menit 40. Tendangan keras yang dilepaskan pemain bertahan Jepang U-19, Shunki Higashi, tak mampu dibendung dan melaju mulus ke pojok gawang yang dijaga M.Riyandi.

Skor 1-0 untuk keunggulan Jepang U-19 kemudian bertahan hingga babak pertama usai.

Namun ketinggalan satu gol membuat Indonesia tampak merubah pendekatan permainan mereka pada babak kedua. Diberengi dengan turunnya hujan deras di SUGBK, Timnas U-19 terus memberikan tekanan pada pertahanan Jepang sejak awal babak kedua.

Sejumlah peluang kemudian berhasil mereka ciptakan. Bahkan peluang emas sempat dimiliki oleh Indonesia lewat bola mati dari depan kotak penalti.

Sayangnya sepakan keras Saddil Ramdani yang mengarah tepat ke gawang Jepang U-19 masih berhasil ditepis oleh Kosei Tani yang berada di bawah mistar gawang.

Tetapi beberapa menit berselang, Jepang justru berhasil memaksimalkan serangan yang mereka bangun dari sisi kanan lapangan. Lengahnya Luthfi Kamal dalam memberikan penjagaan, membuat Taisei Miyashiro bisa mencocor bola dengan mudah ke gawang Indonesia.

Situasi ini kemudian membuat Indra Sjafri memutuskan untuk memasukan Rivaldo Todd Ferre untuk menggantikan Kadek. Keputusan ini sekaligus membuat Indonesia kembali menggunakan formasi 4-3-3 seperti yang mereka gunakan di laga-laga sebelumnya.

Sayangnya perubahan ini tak mampu memberikan banyak perubahan pada gaya permainan Indonesia. Para pemain Jepang tampak terlanjur menikmati permainan, baik dalam menjaga pertahanan maupun memberikan serangan.

Dan hingga pengadil lapangan meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, Indonesia tak juga bisa memberikan balasan. Skor 2-0 untuk kemenangan Jepang U-19 pun menjadi penentu berakhirnya langkah Indonesia di ajang Pial Asia U-19 dan sekaligus mengubur mimpi Indonesia untuk turun di ajang Piala Dunia.


Piala Asia U-19 2018
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta/Minggu 28 Oktober 2018
Wasit: Mooud Bonyadifard
Gol: Shunki Higashi (40'), Taisei Miyashiro (70')

Susunan Pemain

Jepang U-19: Higashi, Kobayashi, Hashioka, Sugawara, Saito, Ito, Fujimoto, Kubo, Abe, Tani, Miyashiro. Pelaih: Kageyama Masanaga

Indonesia U-19: Riyandi, Asnawi, Kadek, Indra Mustafa, Irianto, Firza, Luthfi, Abimanyu, Witan, Sadil, Saghara. Pelatih: Indra Sjafri


Sumber: Akurat.co

Uus Pengibar Bendera HTI Tidak Ditahan Polisi



Uus Sukma telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Jabar karena membawa bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ke acara Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat.

"Uus naik jadi tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (26/10) malam.

Uus dijerat dengan Pasal 174 KUHP karena telah membuat kegaduhan dalam sebuah acara. Adapun Pasal 174 KUHP berbunyi, barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang, dengan mengadakan huru hara, atau membuat gaduh, dihukum penjara selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp900.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, Uus tidak ditahan polisi.

Sementara dua orang pembakar bendera masih berstatus sebagai saksi. Polisi menilai para pelaku pembakaran bendera bertindak atas dasar spontanitas dan tidak memiliki niat jahat sehingga tidak memenuhi unsur pidana.

Sebelumnya, pada Senin 22 Oktober, terjadi kasus pembakaran bendera yang dilakukan sejumlah orang dalam acara Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Garut.

Awalnya, seorang warga Garut bernama Uus Sukmana menyelinap ke acara itu dengan membawa bendera yang diakuinya sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan mengibarkannya di acara itu.

Beberapa orang anggota Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) langsung mengamankan Uus kemudian menyita serta membakar bendera tersebut.

Sementara masyarakat menganggap bendera itu bertuliskan kalimat tauhid, bukan bendera HTI, yang akhirnya memicu kemarahan masyarakat sehingga terjadi Aksi Bela Tauhid di sejumlah daerah di Tanah Air.


Sumber: Akurat.co

Awal Mula Sarwendah Jadi Duta Kanker Serviks



Pengetahuan orang tentang kanker serviks bertambah karena mendapat inspirasi dari perjuangan artis Julia Perez yang melawan kanker serviks yang berujung pada kematiannya.

Sebuah survei menyebut, masyarakat, termasuk kalangan selebritas mulai mencari tahu apa itu kanker serviks. Umumnya, mereka mencari informasi melalui televisi, media sosial, dan literatur lainnya.

Salah satu selebritas yang aware terhadap kanker serviks adalah Sarwendah. Mantan girlband Cherrybelle ini mengaku, setelah kejadian tersebut ia banyak mempelajari tentang kanker serviks berikut penyembuhannya. Tak pelak, istri Ruben Onsu ini didapuk menjadi duta kanker serviks.

"Aku benar-benar menyaksikan sendiri pengobatan, kesakitannya karena hampir tiap ke situ. Rasanya langsung mau mewek aja. Hikmahnya bisa lebih awere dan kejadian ini juga yang mengantarkan saya bisa jadi salah satu duta kanker serviks," katanya saat AkuratHealth temui di Mall Ciputra, Jakarta, Jumat (26/10).

Sarwendah mengungkap, mendapat amanah dari Jupe untuk mengisi acara edukasi kanker. Namun Sarwendah tak terlalu memperhatikan pesan Jupe itu dan berharap sahabatnya akan segera sembuh dan bisa menghadiri acara tersebut. Sayang seribu sayang, Jupe meninggal sebelum acara itu diselenggarakan.

"Akhirnya aku dateng ke acara itu. Tambah lagi lah ilmu aku di situ tentang kanker serviks dan tersadar bahwa ini memang penting banget. Sampai akhirnya jadi salah satu duta kanker serviks dan aku setiap ketemu orang selalu tanya udah suntik HPV belum?" bebernya.

Ibu satu anak ini menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang menganggap permberian vaksin dilakukan hanya untuk orang yang memiliki masalah kesehatan.

"Banyak yang berpikirnya ada kaitannya dengan AIDS. Padahal, dengan vaksin bisa mencegah kanker serviks. Kemudian kalau ngelakuinnya sebelum menikah dibilang mandul atau ada masalah apa lah. Masih banyak lagi deh ketidaktahuan masyarakat. Jadi, memberi edukasi adalah langkah kecil yang bisa kita lakukan bagi masyarakat," tutupnya.

Sumber: Akurat.co

Aksi Bela Tauhid Digelar di Jakarta dan Beberapa Daerah



Beberapa waktu lalu telah memunculkan reaksi dari umat Islam untuk melakukan Aksi Bela Tauhid karena aksi pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat.

Aksi ini digelar diberbagai daerah, untuk wilayah Jakarta dipusatkan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) yang diawali dengan longmarch di sekitaran Masjid Istiqlal, Patung Kuda Monas.

Berdasarkan pantauan di lapangan ribuan massa Aksi Bela Tauhid mulai memadati titik kumpul di depan Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Mayoritas massa menggunakan pakaian berwarna putih dan sambil membawa bendera berwarna hitam dan putih yang bertuliskan kalimat tauhid.      

Selain itu ada juga sejumlah peserta aksi yang turut membawa bendera Palestina dalam kegiatan tersebut. Arus massa juga terlihat mengarah ke Patung Kuda dari Jalan Abdul Muis dan Jalan Budi Kemuliaan yang berada di sebelah Bank Indonesia.

Akibat kumpulan massa tersebut, arus lalu lintas di Bundaran Monas mengalami kemacetan dari arah Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan MH Thamrin.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menyebutkan jumlah massa Aksi Bela Tauhid diperkirakan mencapai 1.000 orang dari berbagai kelompok masyarakat.

Aksi serupa juga digelar di Pekanbaru Riau. Aksi ini terdiri dari Massa lintas organisasi masyarakat (Ormas) tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) yang diperkirakan diikuti sekitar 5.000 orang.

Aksi ini akan diawali dengan berkumpulnya massa di titik kumpul sekitar Masjid Raya Annur. Selanjutnya, ribuan massa melakukan long march dari Masjid Raya Annur menuju Tugu Zapin, di depan kantor Gubernur, Mapolda, dan Kejati Riau

Di depan kantor Gubernur Riau, sejumlah orator berorasi guna membakar semangat massa sekaligus membacakan pernyataan sikap.

Aksi Bela Islam Jilid 2 ini bertujuan untuk mengembalikan ke khittah Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU) menjaga ulama, bukan seperti sekarang ini. Dalam aksinya mereka menyampaikan enam tuntutan, salah satunya menilai perbuatan pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid merupakan penistaan terhadap agama.

Selanjutnya di Kota Bandung. Pusat massa aksi berada di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro.

Massa datang dengan berjalan kaki, dari titik kumpul Pusdai, yang berjarak 500 meter dari Gedung Sate.‎ Massa datang dengan menggunakan atribut bendera tauhid.

"Allahu Akbar," teriak para pengunjuk rasa.

Hingga dengan saat ini, massa masih memadati pelataran Jalan Dipenogoro.‎ Sementara itu, dalam aksi unjuk rasa ini, ‎polisi turunkan ribuan personel, untuk mengamankan aksi massa gabungan.

"Total ‎personel yang disiapkan ada 2,223 personel gabungan bersama dengan TNI," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, saat ditemui di pelataran Gedung Sate.

Sumber: Akurat.co

Ari Lasso Dilarikan Kerumah Sakit



Ari Lasso dilarikan ke rumah sakit pada Rabu malam karena alami sakit punggung. Sehari sebelumnya, Ari lasso diketahui baru saja mengisi sebuah acara di Yogyakarta. Yuyun selaku manager Ari Lasso mengatakan bahwa penyakit Ari lasso kembali kambuh. 

"Oh iya bener. Karena backpain dia kambuh, pinggang," kata Yuyun selaku manajer dari Ari Lasso saat dihubungi, Kamis (25/10).

Setibanya di Jakarta, lanjut Yuyun, Ari Lasso segera melakukan fisioterapi namun terkendala satu dan lain hal.

"Kejadiannya Selasa, habis manggung di Yogya mau balik ke Jakarta, dari situ kena. Salah posisi sehingga backpainnya kambuh. Sampai Jakarta mestinya mau fisioterapi, tapi jadwalnya padat yang mau fisioterapinya nggak bisa," jelas Yuyun. 

Lantaran tidak sempat fisioterapi, pada Rabu pagi Ari Lasso terjatuh dan menyebabkan kondisinya menurun dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Besok paginya jatuh. Nggak sempat ke tempat fisioterapi, jatuh. Kemudian datang yang fisioterapinya, difisioterapi, sudah agak enakan, sorenya jatuh lagi. Akhirnya kami bawa ke rumah sakit," papar Yuyun.

Ini bukan kali pertama bagi Ari Lasso mengalami sakit di bagian punggungnya. Tahun 2017, saat dirinya manggung pun ia sempat merasakan nyeri di tempat yang sama. Saat menjalani pemeriksaan memang ada kelainan pada tulangnya.

Sumber: Akurat.co

Pemprov DKI Bangun Enam Flyover dan Perpanjang Underpass Senen




Pemerintah Provinsi DKI terus berupaya untuk mengurangi kemacetan yang ada di ibu kota. Salah satu upayanya Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga akan membangun enam flyover dan satu underpass 2019 mendatang.

Underpass dan flyover dibangun di pelintasan kereta sebidang di DKI Jakarta.

Kepala Seksi Perencanaan Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga Sofiatun mengatakan, underpass dan flyover mulai dibangun tahun 2019.

"Ada enam flyover dan satu underpass," kata Sofiatun

Pemprov DKI akan memperpanjang underpass pelintasan kereta Senen, Jakarta Pusat.

Sementara itu, flyover direncanakan dibangun di Lenteng Agung (IISIP), Bintaro Puspita, Latumenten, Tanjung Barat, Sunter Permai-Martadinata, dan Cakung.

Ia mengatakan, perpanjangan underpass Senen dan pembangunan flyover Lenteng Agung sudah direncanakan sejak 2017.

Sementara itu sisanya, baru rampung perencanaannya pada 2018.

Perencanaan meliputi kajian UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) hingga analisis dampak lalu lintas.


Sumber: Akurat.co

Bamsoet Imbau Masyarakat Tak Gelar Aksi Bela Tauhid



Bambang Soesatyo (Bamsoet) selaku Ketua DPR RI telah mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak menggelar "Aksi Bela Tauhid" yang rencananya akan digelar pada Jum'at siang.

"Saya mengimbau seluruh elemen bangsa agar bisa menahan diri agar tidak terjadi perpecahan," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/10).

Dia mengatakan, aparat penegak hukum sudah mengungkap motif kasus pembakaran bendera tauhid di Garut dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Menurut dia, kalau sudah diselesaikan penegak hukum maka serahkan kepada proses hukum yang berlaku.

"Tugas kita sekarang adalah bagaimana menjaga agar tidak terjadi keretakan bangsa," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa elemen masyarakat berencana menggelar Aksi Bela Tauhid yang rencananya dilakukan di depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, pada Jumat (26/10).

Polda Metro Jaya sudah menerima surat pemberitahuan akan digelarnya aksi tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, titik kumpul massa ada di Patung Kuda, Jakarta Pusat, setelah itu massa akan menuju Gedung Kemenkopolhukam.

Sumber: Akurat.co