Yasin Limpo: Video Camat yang Mendukung Jokowi Ini Editan

Yasin Limpo: Video Camat yang Mendukung Jokowi Ini Editan



Kasus video yang berisi 15 camat se-Kota Makassar mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin telah diperiksa kembali oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Kali ini yang diperiksa adalah Syahrul Yasin Limpo mantan Gubernur Sulawesi Selatan yang pada saat itu ikut hadir dalam acara. Syahrul Yasin Limpo menyebutkan bahwa video itu sudah mengalami pengeditan.

"Tidak asli, editing. Pasti editing seperti itu," kata Syahrul Yasin Limpo usai menjalani pemeriksaan di kantor Bawaslu Sulawesi Selatan, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Senin (4/3/2019).

Syahrul Yasin Limpo menerangkan mendatangi kantor bawaslu hanya untuk klarifikasi.

"Pertama saya hadir untuk mengklarifikasi video camat itu, dan bagi saya sebenarnya sih tidak ada pikiran-pikiran lain untuk membuat video yang berlebihan seperti apa, tidak ada seperti itu karena saya tidak mengakui video itu seperti itu," kata dia.

Gubernur periode 2008-2018 mengungkapkan peristiwa ketika dia bertemu 15 camat. Waktu itu, dia gembira dan di sana hanya melakukan aktivitas foto bareng.

"Jadi saya happy-happy saja berselfie-selfie dengan camat, ada yang di antaranya mengambil video saya Syahrul Yasin Limpo bersama camat-camat sampai di situ.  Yang lain tentu saja editing menurut saya dan silakan sekarang diperiksa," kata dia.

"Jadi ini tidak ada niat apa-apa dari video itu, selain itu dokumentasi saya di suatu tempat yang saya tidak tahu kenapa tiba-tiba ada masalah aku-aku. Dan saya yakin orang tidak berani berbuat begini di muka saya," Syahrul menambahkan.

Kepada petugas bawaslu tadi, Syahrul Yasin Limpo memberikan keterangan apa adanya.

"Sama dengan kamu, lama ngak ketemu, mereka bekas anak asuh saya semua, rata-rata itu camat pernah bersentuhan. Saya 25 tahun jadi Kepala Daerah pasti yang 15 orang atau beberapa orang itu, begitu ketemu kita video sama-sama saya Syahrul Yasin Limpo dan bla bla," tuturnya.

Pengacara Syahrul Yasin Limpo, Yasser S. Wahab, mengatakan petugas bawaslu menanyakan 15 pertanyaan. "Tentang video, tentang kehadiran dan pak Syahrul pada saat video diambil," kata dia.

Dia menduga video yang dilaporkan ke Bawaslu Sulawesi Selatan merupakan hasil kamuflase. Pada kejadian yang sebenarnya, Syahrul Yasin Limpo tidak melakukan adegan yang terlihat dalam video.

"Ketemu tidak pernah direncanakan, tidak pernah ada acara dia disapa, kemudian kumpul-kumpul. Tapi mengenai apa yang ada diucapan, bagaimana gerakan di dalam itu tidak pernah pak Syahrul lakukan bersama mereka. Jadi dari situ kami menduga kalau itu video editan," kata dia.

Sumber: Akurat.co

0 komentar :

Posting Komentar