Keluarga Korban TKW yang Diculik di Malaysia Telah Minta Bantuan ke Jokowi dan Prabowo

Keluarga Korban TKW yang Diculik di Malaysia Telah Minta Bantuan ke Jokowi dan Prabowo



Keluarga dari korban Tenega Kerja Wanita (TKW) yang dikabarkan diculik di Malaysia telah meminta bantuan kepada calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Ahmad Supardi telah menuliskan kalimat permintaan tolongnya melalui akun media sosial Instagramnya.

"Kepada yang terhormat calon presiden yang saya cinta bapak Prabowo dan bapak Jokowi. Saya ingin meminta pertolongan kepada bapak semua," tulis @jalujapar02.

TKW bernama Helen Puspitasari saat ini nasibnya tidak baik, karena Helen Puspitasari yang bekerja di Malaysia sedang dalam masalah.

Mulai dari diculik, dijual dan dijadikan pembantu di Malaysia. Sampai saat ini, dia ditahan di Balai kepolisian Rawang Selangor, Malaysia.

"Karena saudara saya Helen Puspitasari yang bekerja di Malaysia sedang dalam masalah. Mulai dari diculik dan dijual. Sekarang saudara saya ditahan di Balai kepolisian Rawang Selangor, Malaysia. Saya sangat membutuhkan pertolongan bapak-bapak semua untuk membebaskan saudara saya di Malaysia. Saudara Saudara saya disana bekerja sebagai pembantu. Namun naas musibah yang ia terima. atas perhatiannya terima kasih,” kata @jalujapar02.

Postingan itu diunggah 15 jam yang lalu dan menarik perhatian publik karena meminta bantuan kepada kedua capres yang saat ini lagi bertarung dalam memenangkan Pilpres 2019.

Unggahan itu juga mendapat reaksi dari netizen untuk mendoakan dengan selamat dan Helen Puspitasari mendapatkan bantuan dari kedua calon presiden tersebut.

Diketahui, Helen Puspitasari bekerja sebagai TKW di Maslaysia. Kasus ini terungkap berdasar cerita saudaranya bernama Winda Kusuma Ningrum yang bekerja di Taiwan. Penelusuran AKURAT.CO, Winda Kusuma Nigrum adalah orang yang pertama kali dihubungi oleh Helen Puspitasari.

Menurutnya, kejadian itu bermula saat Helen Puspitasari di suruh majikannya perempuannya untuk menutup gerbang setelah suaminya keluar.

Tak lupa majikannya juga mengingatkan kepada Helen Puspitasari untuk membuang sampah. Setelah suami dari majikannya pergi, Helen Puspitasari menutup gerbang rumah.

Sesampainya di dalam rumah Helen Puspitasari baru ingat pesan majikannya untuk membuang sampah. Dia pun akhirnya membuang sampah yang terletak di luar rumah.

Namun Naas Helen Puspitasari tiba-tiba tak sadarkan diri. Dan ketika bangun, sudah berada di suatu ruangan rumah.

Helen Puspitasari sempat melihat seorang perempuan dan Helen Puspitasari mendekatinya lalu meminta pertolongan. Namun ternyata perempuan itu mau menjual Helen Puspitasari sama orang India.

Winda Kusuma Nigrum menambahkan bahwa Helen disekap di lantai 3. Kondisinya terlihat sedih saat Winda Kusuma Nigrum video call dengannya.

Dia mengatakan selalu dimarahi oleh perempuan yang ingin menjualnya, namun tidak ada luka fisik.

“Helen bisa berkomunikasi dengan saya karena ia selalu menyimpan HP di celananya,” ujar winda.

Winda Kusuma Nigrum menuturkan sempat membagikan posisi GPSnya yang terlacak berada di daerah Idaman Hill, Bukit Lagong Selangor, Malaysia.

Karena baterai Helen Puspitasari sudah 5% komunikasi pun berakhir. Diketahui dari Winda Kusuma Nigrum, Helen Puspitasari telah bekerja di Malaysia sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) sudah 3 tahun lamanya.

Dan majikannya ini bekerja di pemerintahan Malaysia. Winda Kusuma Nigrum tak tahu persis di bagian apa majikan Helen Puspitasari bekerja.

Sumber: Akurat.co

0 komentar :

Posting Komentar