Perdana Menteri Jepang Kunjungi Wilayah Yang Diguncang Gempa Hokkaido

Perdana Menteri Jepang Kunjungi Wilayah Yang Diguncang Gempa Hokkaido



Shinzo Abe seorang Perdana Menteri (PM) Jepang mengunjungi wilayah yang diguncang gempa bumi di Hokkaido. Abe mengunjungi kota dan pusat komersial Sapporo, tempat gempa berkekuatan 6,6 Skala Ritcher (SR) yang mengakibatkan banyak rumah roboh dan jalanan retak. Hingga hari Mingggu (9/9) korban yang tewas akibat gempa tersebut sudah mencapa 42 orang.
Dia juga mengunjungi Atsuma, sebuah kota pedesaan kecil yang memiliki korban tewas terbesar akibat gempa. Kawasan pemukiman di kota itu hancur saat bukit longsor akibat kekuatan gempa sehingga menciptakan bekas warna coklat di wilayah itu.
Setelah bertemu para pemimpin politik dan warga di tempat pengungsian, Abe segera kembali ke Tokyo untuk menggelar rapat kabinet. Pemerintah mengeluarkan dana USD 4,9 juta dari dana cadangan untuk bencana tersebut.
“Kita harus menciptakan kerangka kerja pada kawasan yang terkena dampak agar warga dapat mengambil langkah darurat dan membangun kembali,” kata Abe saat rapat kabinet, dikutip Channel News Asia.
Abe juga menjelaskan korban tewas bertambah menjadi 42 orang. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga secara terpisah menjelaskan satu orang masih hilang.
Abe mengunjungi wilayah bencana saat operasi search and rescue (SAR) berlangsung untuk mengambil jasad yang tertimbun longsor atau puing bangunan. “Ada hujan beberapa kali di Atsuma. Pekerjaan berlanjut untuk mencari korban hilang,” papar pejabat manajemen bencana regional.
Perdana Menteri (PM) Jepang menjelaskan, pemerintah telah mengerahkan sekitar 40.000 personel, termasuk pasukan bela diri untuk mencari korban hilang dengan alat berat, buldozer, anjing pelacak dan helikopter.
Sebanyak tiga juta rumah tangga di Hokkaido tak mendapat aliran listrik saat gempa merusak pembangkit listrik tenaga panas bumi yang menyuplai listrik ke wilayah itu. Kini listrik telah kembali mengalir pada hampir seluruh rumah tapi otoritas meminta warga dan bisnis menghemat listrik, terutama saat akhir pekan saat suplai listrik masih belum stabil.

Sumber: Akurat.co

0 komentar :

Posting Komentar